Kuasai Tata Bahasa Inggris dengan Tepat dan Terarah
Dari A1 hingga C1 — pelajaran CEFR terstruktur, latihan pilihan ganda, dan ujian penempatan level.
Pelajaran Terstruktur
Setiap topik mengikuti progres CEFR yang jelas — dari aturan dasar hingga penggunaan tingkat lanjut, disertai contoh dan penjelasan.
Soal Pilihan Ganda Cerdas
Ratusan soal pilihan ganda menyasar kesalahan tata bahasa yang nyata dan memperkuat pemahaman setelah setiap pelajaran.
Ujian Level
Ikuti tes penempatan CEFR lengkap untuk mengetahui levelmu saat ini dan mengidentifikasi celah tata bahasa yang perlu diperbaiki.
Jalur Belajar Personal
Jalur belajarmu menyesuaikan level CEFR-mu — belajar topik yang tepat di waktu yang tepat, tidak terlalu mudah, tidak terlalu berat.
Peta Jalan Belajarmu
Ikuti kerangka CEFR dari pemula hingga mahir — satu level dalam satu waktu.
Uji Tata Bahasamu
3 pertanyaan singkat — lihat di mana posisimu sekarang.
Kerja bagus!
Daftar untuk membuka rencana tata bahasa personal lengkap dan melacak progres nyatamu.
Daftar untuk melihat rencana lengkapMengapa Metode Ini Efektif
Dibangun atas tiga prinsip yang mengubah pembaca pasif menjadi pengguna tata bahasa yang aktif.
Micro-learning
Setiap topik berfokus pada satu poin tata bahasa. Selesai dalam 5–10 menit dan lebih mudah diingat karena fokusnya jelas.
Berbasis Data
Setiap soal menargetkan pola kesalahan nyata. Skormu menunjukkan tepat aturan mana yang perlu diulas — tanpa tebak-tebakan.
Sesuai CEFR
Konten dipetakan ke A1–C2 sehingga usahamu terhubung langsung dengan tolok ukur kemahiran yang diakui secara internasional.
- 134+
- Topik Tata Bahasa
- 17625+
- Soal Latihan
- 6
- Level CEFR
Belajar di Mana Saja, di Perangkat Apa Saja
Progresmu tersimpan di akunmu. Lanjutkan tepat dari mana kamu berhenti — baik di laptop di meja kerja maupun di ponsel saat perjalanan.
- Progres tersinkron di semua perangkat
- Tampilan ramah ponsel untuk belajar sambil bepergian
- Tidak perlu instal aplikasi — berfungsi di browser mana saja
Siap berhenti menebak-nebak dan mulai benar-benar memahami?
Bergabunglah dengan ribuan pelajar yang sudah menemukan level CEFR mereka dan membangun fondasi tata bahasa yang kuat.
Mulai Belajar GratisTata Bahasa Inggris Lengkap - Dari Dasar hingga Mahir
Semua topik tata bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan kategori tata bahasa
Tense & Aspek
Present Simple (To Be)
Pelajari bentuk present simple dari kata kerja 'to be' (am, is, are) untuk mendeskripsikan identitas, penampilan, kebangsaan, usia, lokasi, dan perasaan.
Past Simple (To Be: was / were)
Pelajari was dan were — bentuk past simple dari 'to be' — untuk mendeskripsikan keadaan, identitas, lokasi, dan kondisi di masa lalu.
Present Perfect (Lanjutan)
Penggunaan lanjutan dari Present Perfect: for/since dengan durasi, just/already/yet/still, dan kontras penting dengan Past Simple.
Present Perfect Continuous
Present Perfect Continuous berfokus pada durasi dan sifat berkelanjutan dari suatu kegiatan hingga sekarang. Kontras dengan Present Perfect Simple.
Future Perfect
Future Perfect (will have + past participle) mendeskripsikan tindakan yang akan selesai sebelum titik waktu tertentu di masa depan.
Stative vs Dynamic Verbs (Penggunaan Lanjutan)
Eksplorasi lanjutan tentang stative vs dynamic verbs: kata kerja dengan makna ganda, bentuk progresif dari stative verb untuk efek khusus, dan aspek dalam konteks yang kompleks.
Present Simple
Present Simple tense digunakan untuk mendeskripsikan kebiasaan, rutinitas, kebenaran umum, dan jadwal tetap. Pelajari aturan, pola pengejaan, dan kata penanda.
Past Simple
Past Simple tense mendeskripsikan tindakan yang selesai pada waktu lampau yang pasti. Pelajari bentuk beraturan dan tidak beraturan, kalimat negatif, tanya, dan kata penanda utama.
Past Continuous
Past Continuous mendeskripsikan tindakan yang sedang berlangsung pada momen tertentu di masa lalu. Pelajari bentuknya, penggunaan dengan while/when, dan kontras dengan Past Simple.
Past Perfect
Past Perfect (had + past participle) mendeskripsikan tindakan yang selesai sebelum tindakan masa lalu lainnya. Penting untuk pengurutan narasi.
Future Perfect Continuous
Future Perfect Continuous (will have been + -ing) menekankan durasi berkelanjutan dari suatu kegiatan hingga titik masa depan.
Aspect dalam Narasi dan Wacana Kompleks
Pada tingkat C2, aspek (sederhana vs kontinu, sempurna vs tidak sempurna) adalah alat yang tepat untuk mengontrol alur narasi, latar belakang, dan latar depan dalam penulisan yang canggih.
Present Continuous
Present Continuous mendeskripsikan tindakan yang sedang berlangsung sekarang, situasi sementara, tren yang berubah, dan rencana masa depan. Pelajari aturan bentuk -ing dan stative verbs.
Future Simple (will)
Gunakan 'will' untuk keputusan spontan, prediksi berdasarkan opini, janji, dan tawaran. Kontras dengan 'going to' untuk niat yang direncanakan.
Past Perfect Continuous
Past Perfect Continuous (had been + -ing) menekankan durasi dari suatu kegiatan yang berlangsung sebelum peristiwa masa lalu.
Habitual Past (Used To vs Would)
Baik 'used to' maupun 'would' mendeskripsikan kebiasaan dan keadaan masa lalu, tetapi keduanya berbeda: 'used to' mencakup keadaan dan kebiasaan; 'would' hanya mencakup tindakan rutin.
Future with Going To
Gunakan 'going to' untuk niat yang direncanakan sebelumnya dan prediksi berdasarkan bukti nyata. Kontras dengan 'will' untuk keputusan spontan.
Future Continuous
Future Continuous mendeskripsikan tindakan yang akan berlangsung pada momen tertentu di masa depan. Digunakan untuk pengaturan terencana, pengaturan sopan, dan tindakan masa depan yang paralel.
Kata Kerja Kausatif (Causative Verbs)
Kata kerja kausatif (have, get, make, let, help) mendeskripsikan situasi di mana satu orang menyebabkan orang lain melakukan sesuatu. Setiap kata kerja memiliki struktur dan makna yang berbeda.
Present Perfect (Pendahuluan)
Pengantar Present Perfect: bentuk, konsep 'ever/never', 'already/yet', dan bagaimana ia menghubungkan peristiwa masa lalu dengan masa kini.
Modality (Modal Verbs)
Must / Can't untuk Deduksi Logis
Gunakan must dan can't untuk menyatakan deduksi logis — must untuk kesimpulan positif yang hampir pasti dan can't untuk kesimpulan negatif yang hampir pasti. Mencakup deduksi masa lalu dengan must have dan can't have.
Modal Perfect untuk Deduksi
Kuasai spektrum penuh modal perfect untuk deduksi masa lalu: must have (hampir pasti), can't have (mustahil), might have (tidak pasti), should have (diharapkan), dan modal perfect continuous.
Should Have / Could Have / Would Have
Should have, could have, dan would have menyatakan penyesalan, peluang yang terlewatkan, dan hasil masa lalu hipotetis. Sangat penting untuk third conditionals dan merenungkan keputusan masa lalu.
Semi-Modal (be about to, be supposed to, be bound to)
Semi-modal seperti be about to, be supposed to, be bound to, dan had better menyatakan makna modal yang bernuansa seputar waktu, harapan, kepastian, dan kewajiban yang tidak dapat dilakukan oleh modal inti.
Needn't / Needn't Have
Needn't menyatakan tidak adanya kewajiban (tidak perlu). Needn't have + past participle menunjukkan suatu tindakan dilakukan secara tidak perlu. Pelajari kontras utama dengan mustn't dan didn't need to.
Might / May
Might dan may menyatakan kemungkinan dalam konteks saat ini dan masa depan. Pelajari kapan harus menggunakan masing-masing, cara membentuk kemungkinan masa lalu dengan might/may have, dan bagaimana may berfungsi sebagai penanda izin formal.
Have To / Don't Have To
Have to dan don't have to adalah ekspresi B1 untuk kewajiban eksternal dan kurangnya kebutuhan. Berbeda dengan must, have to berfungsi di semua tenses dan sangat penting untuk berbicara tentang aturan dan persyaratan.
Could
Could berfungsi sebagai kemampuan masa lalu, permintaan sopan, kemungkinan saat ini, dan kemampuan bersyarat. Pelajari kapan harus menggunakan could vs was able to, dan bagaimana could have menyatakan kemungkinan masa lalu yang tidak terwujud.
Can / Can't
Can dan can't adalah kata kerja modal esensial di tingkat A2 yang digunakan untuk menyatakan kemampuan, izin, dan kemungkinan umum. Pelajari strukturnya, penggunaan utama, dan kesalahan umum.
Shall
Shall digunakan untuk tawaran (Shall I?) dan saran (Shall we?) dalam bahasa Inggris British sehari-hari, dan untuk kewajiban yang mengikat dalam konteks formal dan hukum.
Must / Mustn't
Must dan mustn't menyatakan kewajiban yang kuat dan larangan di tingkat A2. Pelajari kapan sesuatu diwajibkan oleh aturan atau kebutuhan pribadi, dan kapan sesuatu dilarang keras.
Should / Shouldn't
Should dan shouldn't adalah kata kerja modal utama A2 untuk memberi dan meminta nasihat, menyatakan tugas moral, dan menyatakan harapan. Lebih lembut dari must, kata-kata ini sangat penting untuk komunikasi sehari-hari.
Kata Benda, Kata Sandang & Determiner
Kata Benda Umum dan Khusus (Common and Proper Nouns)
Kata benda menamai orang, tempat, benda, dan ide. Kata benda umum merujuk pada kategori umum; kata benda khusus menamai entitas yang spesifik dan unik serta selalu ditulis dengan huruf kapital.
Kata Benda Tunggal dan Jamak (Singular and Plural Nouns)
Kata benda bahasa Inggris berubah bentuk dari tunggal ke jamak mengikuti aturan ejaan reguler. Pelajari semua pola utama dan hindari kesalahan umum dengan kata benda tidak beraturan dan tidak dapat dihitung.
Kata Sandang Tidak Tentu (a / an)
Gunakan 'a' sebelum bunyi konsonan dan 'an' sebelum bunyi vokal. Kata sandang tidak tentu memperkenalkan kata benda dapat dihitung tunggal untuk pertama kalinya atau menggambarkan keanggotaan dalam kelas umum.
Kata Sandang Tentu (the)
Kata sandang tentu 'the' digunakan ketika pembicara dan pendengar tahu benda spesifik mana yang dimaksud. Pelajari delapan kegunaan utamanya dan kesalahan umum yang harus dihindari.
Tanpa Kata Sandang (Zero Article)
Zero article berarti tidak menggunakan kata sandang sama sekali. Pelajari kapan bahasa Inggris sengaja mengabaikan 'a', 'an', dan 'the' — untuk pernyataan umum, kata benda khusus, bahasa, olahraga, dan frasa tetap.
Bilangan Kardinal (Cardinal Numbers)
Bilangan kardinal (1, 2, 3...) menjawab 'berapa banyak?' Pelajari cara membentuk dan menggunakan angka dari 1 hingga satu juta, termasuk aturan ejaan untuk belasan dan puluhan.
Kata Penunjuk (this, that, these, those)
Kata penunjuk (this, that, these, those) menunjuk ke kata benda spesifik dengan menunjukkan kedekatan atau jarak serta jumlah tunggal atau jamak. Kuasai penggunaannya sebagai kata penentu dan kata ganti.
Bilangan Ordinal (Ordinal Numbers)
Bilangan ordinal (first, second, third...) menyatakan posisi atau urutan. Pelajari pembentukannya dari bilangan kardinal, bentuk tidak beraturan (fifth, eighth, twelfth), dan cara menggunakannya untuk tanggal, lantai, dan urutan.
Bentuk Jamak Tidak Beraturan (Irregular Plurals)
Kata benda yang membentuk jamaknya dengan cara yang tidak terduga: man→men, child→children, mouse→mice, dan banyak lagi.
Kata Benda Tidak Dapat Dihitung (Uncountable Nouns)
Kata benda yang tidak dapat dihitung secara langsung (air, informasi, saran) dan aturan tata bahasa yang mengaturnya.
Kata Benda Kepemilikan (Possessive Nouns)
Menggunakan 's dan s' untuk menunjukkan kepemilikan dan hubungan antar kata benda.
Kata Penunjuk Jumlah: some / any
Menggunakan some (pernyataan positif/tawaran) dan any (pertanyaan/negatif) dengan kata benda dapat dihitung dan tidak dapat dihitung.
Kata Penunjuk Jumlah: much / many / a lot of
Membedakan much (tidak dapat dihitung), many (dapat dihitung), dan a lot of (keduanya) untuk menyatakan jumlah yang besar.
Kata Penunjuk Jumlah: a few / a little
Menggunakan a few (beberapa kata benda dapat dihitung) dan a little (beberapa kata benda tidak dapat dihitung) untuk jumlah kecil yang positif.
Penggunaan Kata Sandang Lanjutan (Advanced Article Usage)
Aturan tingkat lanjut untuk a/an, the, dan zero article—termasuk generik, kata benda unik, dan penggunaan institusional.
Kata Penunjuk Jumlah Lanjutan
Penggunaan yang tepat dari all, both, neither, either, none, every, dan each—dengan pola tata bahasa dan perbedaannya.
Frasa Nomina Lanjutan (Advanced Noun Phrases)
Frasa nomina kompleks dengan modifikasi sebelum dan sesudah, nominalisasi, dan penumpukan kata benda yang padat dalam bahasa Inggris akademik dan profesional.
Kata Ganti & Referensi
Kata Ganti Subjek (Subject Pronouns)
I, you, he, she, it, we, they — kata ganti yang digunakan sebagai subjek dari sebuah kata kerja.
Kata Ganti Objek (Object Pronouns)
Me, you, him, her, it, us, them — kata ganti yang digunakan sebagai objek dari kata kerja atau preposisi.
Kata Ganti Kepemilikan (Possessive Pronouns)
Mine, yours, his, hers, ours, theirs — kata ganti yang menunjukkan kepemilikan tanpa diikuti kata benda.
Kata Ganti Refleksif (Reflexive Pronouns)
Myself, yourself, himself, herself, itself, ourselves, themselves — digunakan ketika subjek dan objek adalah orang atau benda yang sama.
Kata Ganti Tidak Tentu (Indefinite Pronouns)
Kata ganti yang merujuk pada orang atau benda yang tidak spesifik: someone, anyone, no one, everyone, something, anything, nothing, everything.
Kata Sifat & Kata Keterangan (Modifikasi)
Kata Sifat Deskriptif
Kata sifat yang mendeskripsikan kualitas kata benda: big, happy, blue, expensive.
Kata Sifat Posesif
My, your, his, her, its, our, their — kata sifat yang menunjukkan kepemilikan sebelum kata benda.
Adverbia Frekuensi
Always, usually, often, sometimes, rarely, never — kata keterangan yang menyatakan seberapa sering sesuatu terjadi.
Kata Sifat Komparatif (Perbandingan)
Membandingkan dua hal menggunakan -er atau more: taller, more expensive, better.
Kata Sifat Superlatif (Paling)
Mengidentifikasi yang paling ekstrem dalam suatu kelompok menggunakan -est atau most: the tallest, the most expensive, the best.
Urutan Kata Sifat
Urutan yang benar saat merangkai beberapa kata sifat: opinion → size → age → shape → colour → origin → material.
Adverbia Cara (Manner)
Kata keterangan yang mendeskripsikan bagaimana sesuatu dilakukan: quickly, carefully, well, hard.
Adverbia Tingkatan (Degree)
Very, quite, fairly, rather, extremely — kata keterangan yang memodifikasi kata sifat dan kata keterangan lainnya untuk menunjukkan intensitas.
Penggunaan Too dan Enough
Too (lebih dari yang diperlukan/diinginkan) dan enough (cukup) dengan kata sifat dan infinitif.
Penggunaan So dan Such
So + kata sifat/kata keterangan dan such + (sebuah) frasa nomina untuk menyatakan tingkatan dan menambahkan penekanan.
Nuansa Perbandingan
Perbandingan yang lebih mendalam: as…as, not as…as, the…the, far/much/a lot + komparatif, perbandingan ganda.
Hedging dan Aproksimasi
Bahasa yang memperhalus pernyataan: apparently, seemingly, about, roughly, tend to, seem to, it appears that.
Klausa & Kalimat Pengandaian (Conditionals)
Conditional Zero (Kalimat Pengandaian Tipe 0)
Struktur If/when + present simple, present simple — digunakan untuk kebenaran umum dan fakta ilmiah.
First Conditional (Kalimat Pengandaian Tipe 1)
Struktur If + present simple, will + infinitive — untuk situasi masa depan yang nyata dan mungkin terjadi.
Second Conditional (Kalimat Pengandaian Tipe 2)
Struktur If + past simple, would + infinitive — untuk situasi pengandaian di masa sekarang atau masa depan.
Klausa Relatif Identifikasi (Defining Relative Clauses)
Klausa dengan who, which, that yang menentukan dengan tepat orang atau benda mana yang dimaksud — tanpa tanda koma.
Gerund dan Infinitif
Kapan menggunakan bentuk -ing (gerund) dibandingkan to + infinitive setelah kata kerja, kata sifat, dan kata benda.
Third Conditional (Kalimat Pengandaian Tipe 3)
Struktur If + past perfect, would have + past participle — untuk situasi pengandaian masa lalu dan penyesalan.
Mixed Conditionals (Kalimat Pengandaian Campuran)
Menggabungkan kerangka waktu: kondisi pengandaian masa lalu + hasil sekarang, atau pengandaian sekarang + hasil masa lalu.
Alternatif Pengganti 'If' (Unless, Provided That, As Long As, In Case)
Konjungsi pengkondisian lainnya: unless (jika tidak), provided that, as long as (hanya jika), in case (sebagai pencegahan).
Klausa Relatif Penjelas (Non-Defining Relative Clauses)
Klausa informasi tambahan yang ditandai dengan tanda koma: My sister, who lives in Paris, is a doctor.
Klausa Nomina (Noun Clauses)
Klausa yang berfungsi sebagai kata benda: I know that she left. Tell me what you want.
Penggunaan Wish dan If Only
Mengungkapkan penyesalan dan keinginan agar hal-hal menjadi berbeda: I wish I had studied harder. If only I knew.
Kalimat Pengandaian Formal (Subjunctive)
Modus subjungtif dalam bahasa Inggris formal: I suggest that he be present. It is essential that she arrive on time.
Kalimat Pengandaian Lanjutan (Inversi, Supposing, Assuming)
Inversi pengkondisian formal (Had I known…), dan konjungsi: supposing, assuming, given that.
Klausa Partisipel (Reruntuhan Kalimat)
Mengurangi klausa dengan -ing, -ed, atau having + past participle: Walking home, I saw an accident.
Masa Lalu Tidak Nyata (Unreal Past)
Mengungkapkan ketidanyataan dengan: it's time, I'd rather, as if/as though, would sooner, had better.
Klausa Relatif Bebas (Whoever, Whatever, Wherever)
Klausa dengan whoever, whatever, whenever, wherever, however yang berfungsi sebagai frasa nomina atau adverbia.
Klausa What (Noun Clauses with What)
Klausa nomina dengan what sebagai subjek atau pelengkap: What surprised me was her reaction. What I need is help.
Arsitektur Kalimat Kompleks
Struktur klausa tingkat C2: klausa yang tertanam dalam, konstruksi absolut, klausa tanpa kata kerja dalam prosa formal.
Sintaksis & Transformasi Kalimat
Struktur Kalimat Dasar (SVO)
Urutan kata dalam bahasa Inggris: Subjek–Kata Kerja–Objek, pola mendasar yang mendasari semua kalimat bahasa Inggris.
Kalimat Perintah (Imperatives)
Perintah dan instruksi menggunakan bentuk kata kerja dasar: Open the door. Don't be late.
Penggunaan 'There is / There are'
Memperkenalkan keberadaan sesuatu dengan there is (tunggal/tidak dapat dihitung) dan there are (jamak).
Pembentukan Kalimat Tanya Lanjutan (How, Whose, Which)
Membentuk pertanyaan dengan how (many/much/often/long), whose, dan which untuk menanyakan rincian spesifik.
Kalimat Pasif (Pengenalan)
Mengalihkan fokus dari pelaku ke tindakan/penerima dengan be + past participle.
Kalimat Tidak Langsung (Pengenalan)
Melaporkan apa yang dikatakan seseorang menggunakan kata kerja pelapor dan pergeseran tenses: He said he was tired.
Kata Tanya Ekor (Question Tags)
Pertanyaan pendek yang ditambahkan di akhir pernyataan untuk mencari konfirmasi: You're coming, aren't you?
Pertanyaan Tidak Langsung
Bentuk pertanyaan sopan yang tertanam dalam pernyataan: Could you tell me where the station is?
Transitivitas (Kata Kerja Transitif vs. Intransitif)
Memahami kata kerja mana yang membutuhkan objek (transitif) dan mana yang tidak (intransitif).
Kesesuaian Subjek-Kata Kerja Lanjutan (Pengecualian)
Pola kesesuaian yang kompleks: kata benda kolektif, either/neither, none, subjek klausa relatif, kalimat inversi.
Kalimat Pasif Lanjutan
Kalimat pasif di berbagai tenses, dengan modal, dan pasif impersonal: It is said that… / He is believed to…
Kalimat Tidak Langsung Lanjutan
Melaporkan perintah, saran, tawaran; campuran tenses; kata kerja pelapor selain say dan tell.
Kalimat Terbelah (Cleft Sentences)
Membagi kalimat untuk penekanan: It was John who broke the window. What I want is some rest.
Inversi dengan Adverbial Negatif
Menempatkan adverbial negatif di depan memicu inversi subjek-kata kerja bantu: Never have I seen such chaos. Rarely do we…
Kalimat Pasif Lanjutan (Infinitif, Gerund, dan Struktur Pelaporan)
Infinitif pasif (to be done), gerund pasif (being done), dan pelaporan pasif kompleks (believed to have been).
Struktur Kalimat Tidak Langsung Lanjutan
Pelaporan bernuansa: referensi waktu campuran, kata kerja pelapor + gerund, distancing dan hedging dalam konteks formal.
Pemindahan ke Depan (Fronting)
Memindahkan elemen non-subjek ke depan kalimat untuk penekanan atau kontras: This I did not expect.
Inversi Lanjutan (Advanced Inversion)
Inversi dalam kalimat pengandaian (Were it not for…), setelah so/such, dan dalam struktur perbandingan.
Elipsis dan Substitusi (Ellipsis & Substitution)
Menghilangkan atau mengganti materi yang diulang demi efisiensi: I can swim and so can she. I haven't, but I will.
Nominalisasi (Nominalization)
Mengubah kata kerja dan kata sifat menjadi kata benda untuk penulisan formal dan padat: decide → decision, fail → failure.
Koordinasi Lanjutan (Struktur Paralel dan Konjungsi Korelatif)
Struktur paralel dalam daftar dan pasangan; konjungsi korelatif: not only…but also, either…or, both…and.
Subordinasi Lanjutan (Klausa Partisipial, Absolut, dan Infinitif)
Jenis klausa subordinat C2: partisipial (Running fast, he...), absolut (The work finished, they left), infinitif (To succeed, you must...).
Kata Depan & Kata Kerja Frasa (Phrasal Verbs)
Preposisi Tempat (Kata Depan Penunjuk Tempat)
In, on, at, under, behind, between — preposisi yang mendeskripsikan di mana sesuatu berada.
Preposisi Waktu (Kata Depan Penunjuk Waktu)
At (waktu jam), on (hari/tanggal), in (bulan/tahun/periode) — tiga preposisi waktu utama.
Preposisi Pergerakan dan Arah
To, into, through, across, along, towards, past — preposisi yang mendeskripsikan pergerakan.
Preposisi Terikat (Dependent Prepositions)
Preposisi tetap setelah kata kerja, kata sifat, dan kata benda tertentu: interested in, afraid of, good at.
Kata Ganti Kerja Dasar (Basic Phrasal Verbs)
Kombinasi kata kerja + partikel umum: give up, look after, turn on, find out — dan cara menggunakannya.
Preposisi Terikat Lanjutan
Kolokasi yang kurang umum tetapi penting: on behalf of, regardless of, in terms of, with regard to.
Phrasal Verbs (Dapat Dipisah dan Tidak Dapat Dipisah)
Tata bahasa phrasal verbs: kapan objek dapat atau harus berada di antara kata kerja dan partikel.
Phrasal Verbs Lanjutan
Phrasal verbs tiga bagian (look forward to, put up with) dan kata kerja multi-kata idiomatik dalam percakapan alami.
Pembentukan Kata (Morfologi)
Akhiran Dasar dan Bentuk Kata (Basic Suffixes)
Akhiran umum yang mengubah kelas kata: -er, -tion, -ly, -ful, -less — dan kata-kata yang mereka buat.
Awalan dan Akhiran Umum (Prefixes and Suffixes)
Memperluas kosakata melalui awalan (un-, re-, pre-, mis-) dan akhiran (-ment, -ness, -ity, -ous).
Keluarga Kata (Word Families)
Kelompok kata terkait dari akar yang sama: act, action, active, actively, activate, actor, activity.
Derivasi (Awalan, Akhiran, Akar Kata)
Bagaimana morfologi derivasional membangun kata-kata baru: akar kata Yunani/Latin, dan afiksasi berlapis.
Konversi (Derivasi Nol)
Kata-kata yang berpindah kelas tanpa akhiran apa pun: to email → an email, to google, to water (plants).
Pembentukan Kata Kompleks
Pemajemukan (notebook, sunflower), penggabungan (brunch, smog), pemotongan (photo, ad), dan akronim.
Nominalisasi (Nomina Deverbal dan Deadjektival)
Membuat kata benda abstrak dari kata kerja (decide → decision) dan kata sifat (happy → happiness) untuk penulisan formal.
Leksikogramatika (Kolokasi dan Ekspresi Tetap)
Bagaimana kata-kata bergabung dalam pola yang dapat diprediksi: make a decision, take responsibility, strong coffee, heavy rain.
Pola Morfologi Lanjutan
Pola halus dalam morfologi bahasa Inggris: imbuhan produktif vs non-produktif, ambiguitas morfologis.
Mekanisme & Kohesi
Konjungsi Koordinatif (FANBOYS)
FANBOYS: for, and, nor, but, or, yet, so — konjungsi yang menghubungkan elemen tata bahasa yang setara.
Konjungsi Subordinatif (because, so, when, before, after)
Konjungsi yang memperkenalkan klausa dependen: because, although, when, while, before, after, until, unless.
Penanda Wacana (Kontras, Penambahan, Hasil)
Kata penghubung yang mengorganisir ide: however, nevertheless, moreover, furthermore, therefore, consequently.
Tanda Baca sebagai Tata Bahasa
Bagaimana tanda baca memengaruhi makna dan struktur: titik koma, titik dua, tanda pisah, dan comma splice.
Penanda Wacana Lanjutan
Bahasa penghubung yang canggih untuk penulisan formal: albeit, notwithstanding, in light of, to this end, by contrast.
Penghubung Kompleks dan Perangkat Kohesi
Perangkat kohesif tingkat lanjut: reference chains, lexical cohesion, substitution, ellipsis antar kalimat.
Register dan Formalitas
Bagaimana pilihan tata bahasa berbeda di seluruh register formal, netral, dan informal — dan cara beralih di antaranya.
Wacana dan Koherensi Lanjutan
Progresi tematik, struktur informasi, kerangka given-new, dan strategi koherensi wacana.
Penanda Metawacana (Metadiscourse Markers)
Bahasa yang mengorganisir dan mengomentari teks itu sendiri: firstly, in other words, to summarise, it should be noted.
Stilistika dan Register Lanjutan
Pilihan gaya yang menentukan kualitas tulisan: ritme kalimat, kepadatan leksikal, hedging, dan manajemen nada.
Pragmatik (Hành vi Bahasa, Implikatur, Strategi Kesopanan)
Bagaimana bahasa berfungsi di luar makna harfiah: tindak tutur, maksim Gricean, strategi penyelamatan muka.