Apa itu What-Clause dalam Tata Bahasa Inggris?
What-clause adalah jenis khusus dari klausa kata benda (noun clause) yang diawali dengan kata what. Dalam bahasa Inggris tingkat lanjut, kita menggunakannya hampir secara eksklusif untuk memberikan penekanan kuat (hiper-fokus) pada bagian inti tertentu dari sebuah kalimat. Bentuk ini berfungsi layaknya lampu sorot panggung yang secara paksa menarik perhatian pendengar pada informasi yang paling kritis dan penting.
Ahli bahasa secara resmi menyebut bentukan kalimat ini sebagai pseudo-cleft sentences. Sebuah kalimat normal sehari-hari "dibelah" (cleft — dipotong menjadi dua) untuk merekayasa fokus yang intens.
- Kalimat Normal: I need a good holiday. (Saya butuh liburan yang menyenangkan.)
- Kalimat Cleft: What I need is a good holiday. (Yang saya butuhkan adalah liburan yang menyenangkan.)
Dengan memisahkan "a good holiday" ke bagian akhir secara struktural dan mengisolasinya dengan kata kerja "is", Anda secara dramatis meningkatkan dampak gramatikalnya.
Struktur dan Rumus What-Clause
Arsitektur tata bahasa standarnya melibatkan penggunaan what-clause sebagai subjek, menghubungkannya langsung ke kata kerja bantu be, dan diakhiri dengan informasi sorot yang ingin ditekankan.
[What + S + V] (Blok Subjek) + be (is/was) + Informasi yang Disorot
Dalam matriks struktural ini, kata what secara harfiah diterjemahkan sebagai "hal yang..." atau "apa yang...".
| Kalimat Normal Biasa | Kalimat Hiper-Fokus dengan What-Clause |
|---|---|
| I said that. | What I said was that. (Apa yang saya katakan adalah hal itu.) |
| You need to rest. | What you need is to rest. (Apa yang kamu butuhkan adalah beristirahat.) |
| He bought a new car. | What he bought was a new car. (Apa yang dia beli adalah sebuah mobil baru.) |
Cara Menentukan Apa yang Ingin Ditekankan
Tergantung pada apa yang Anda ingin pendengar fokuskan, strukturnya dapat bergeser secara lancar.
1. Menyoroti Objek atau Kata Benda
Ini adalah penggunaan yang paling dominan. Biarkan subjek dan kata kerja tetap berada di dalam what-clause, dan dorong objeknya ke bagian paling akhir setelah kata kerja "be".
- She loves reading books. → What she loves is reading books.
- I want a cup of tea right now. → What I want right now is a cup of tea.
2. Menyoroti Tindakan (Kata Kerja Itu Sendiri)
Untuk menekankan tindakan yang terjadi secara fisik, kita menggunakan kata kerja bantu "do/does/did" di dalam what-clause.
[What + S + do/did] + be + Kata Kerja (Dasar atau Gerund)
- He broke the window. → What he did was break the window. (Apa yang dia lakukan adalah memecahkan jendela.)
- She is writing a novel. → What she is doing is writing a novel. (Apa yang sedang dia lakukan adalah menulis novel.)
3. Struktur Terbalik (Inverted Structure)
Anda dapat membalik seluruh struktur ke belakang untuk efek yang singkat dan padat.
Informasi yang Disorot + be + [What + S + V]
- A good holiday is what I need.
- That is what I said earlier. (Itu adalah apa yang saya katakan tadi.)
Cara Menangani Persesuaian Kata Kerja (Verb Agreement)
Aturan tingkat lanjut yang cukup menjebak adalah memastikan kata kerja be sesuai secara logis dengan kata benda yang disambungkannya.
- What I need is a pen. (Objek tunggal → menggunakan is)
- What I need are some pens. (Objek jamak → menggunakan are)
Tips Pengecualian: Dalam percakapan sehari-hari, sangat umum bagi penutur untuk menggunakan is untuk segala hal, bahkan untuk objek jamak ("What I need is some pens"). Namun, hindari hal ini dalam penulisan akademik.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Bisakah saya menekankan orang menggunakan what-clause?
Tidak bisa! What-clauses (dan pseudo-clefts) dibatasi secara ketat hanya untuk benda, tindakan, dan konsep. Jika Anda ingin menekankan manusia (orang), Anda harus menggunakan "It-cleft" (misal: "It was John who broke the window", bukan "What broke the window was John").
Mengapa saya tidak menggunakan "the thing what"?
Jangan pernah menulis "the thing what"! Kata "what" secara inheren sudah mengandung makna "hal/sesuatu" di dalamnya. Menulis "the thing what" secara mubazir sama dengan mengatakan "hal hal yang."
Apakah saya butuh tanda koma setelah what-clause?
Tidak. Karena what-clause bertindak sepenuhnya sebagai subjek struktural yang kokoh dalam kalimat, meletakkan tanda koma antara subjek dan kata kerjanya ("is") akan merusak sintaksis tata bahasa inti.
Ringkasan & Lembar Contekan What-Clauses
| Fokus Struktur Kalimat | Tujuan Sintaksis | Contoh Demonstrasi |
|---|---|---|
| What-clause + be + Info | Menekankan informasi spesifik di bagian paling akhir. | What I believe is that everyone deserves a chance. |
| Info + be + What-clause | Menekankan informasi tepat di bagian awal. | That is exactly what I believe. |
| What...do + be + Verb | Sangat menekankan pada tindakan fisik atau kejadian. | What we did was watch a boring movie. |
💡 Poin Kunci: Gunakan what-clause (pseudo-cleft) saat Anda sangat ingin membuat satu bagian informasi objek atau tindakan terlihat menonjol dibandingkan bagian lainnya. Ini adalah alat terkuat Anda untuk menciptakan fokus yang mutlak!